Lomba Gerak Jalan Tradisional

Hari kemerdekaan RI yang ke-65 tinggal beberapa hari lagi. Banyak kegiatan yang diadakan oleh seluruh masyarakat Indonesia untuk memperingati hari proklamasi kemerdekaan RI ini. Kebanyakan sie yang berbau lomba-lomba, seperti sepeda hias, karnaval, gerak jalan tradisional dan yang lainnya. Tahun ini, kampus saya pun tak ketinggalan ingin berpartisipasi dalam serangkaian HUT RI yang ke-65 ini. Kampus saya mengikuti lomba gerak jalan tradisional, 17 Km untuk regu putri dan 45 Km untuk regu putra. Dibentuklah sebuah panitia yang bertugas untuk mengkoordinir acara gerak jalan tersebut, yang sebagian besar anggotanya berasal dari UKM Kamera dan Kloso serta BEM. Kebetulan saat pembentukan panitia, saya tidak ikut karena masih ada urusan di Bali. Jadinya, saya hanya sekedar bisa bantu-bantu sedikit dalam pelaksanaan gerak jalan di hari puncaknya. Walau tidak mendapat bayaran dan korupsi, saya tetap menjalankan semua pekerjaan dengan rasa ikhlas dan loyalitas yang tinggi untuk pihak kampus. Selain itu juga hitung-hitung untuk menambah pengalaman baru :D.

Akhirnya, hari puncak lomba gerak jalan dilaksanakan kemarin pagi. Diawali dari tingkat anak SD dengan jarak tempuh 8 km yang dimulai jam 9 pagi. Saya bersama panitia yang lainnya sudah siap siaga di kampus untuk mempersiapkan segala keperluan saat di jalan nantinya. Dasar memang budaya “Jam Karet”, saya dan panitia yang sudah bersiap-siap serta menunggu teman-teman peserta lomba gerak jalan di kampus sejak jam 9 pagi hanya bisa duduk bengong menunggu kehadiran mereka satu persatu yang memang “Ngaret” banget. Lumayan jengkel juga sie, tapi saya bisa maklumlah dengan kesibukan mereka yang gak jelas :D. Dan, setelah semua peserta lomba gerak jalan lengkap, kami pun berangkat ke tempat start masing-masing jam setengah 11 siang (padahal dijadwalkan berangkat jam 10 siang LOL). Kebetulan saya mendapat tugas untuk mengawal regu putri selama perjalanan. Lumayan lah, dapat cuci mata liat cewek-cewek dari regu putri yang lainnya :D.

Start dimulai jam 1 siang, dan regu putri dari kampus saya mendapat giliran jam 2 siang karena memang mendapat nomor urut yang lumayan jauh. Regu putra mendapat giliran start jam 4 sore, tentunya dengan daerah pemberangkatan yang lebih jauh 28 Km dari tempat pemberangkatan regu putri. Ternyata memang enak mengawal regu putri, selama perjalanan saya gak henti-hentinya untuk berhenti di pinggir jalan untuk mengambil foto-foto regu putri yang lain (abisnya cakep-cakep banget :D). Apalagi, teman saya membawa kamera D-SLR yang hasil jepretannya memang mantap abizzz. Makin tambah PeDe action di depan cewek-cewek :D. Sampai-sampai sebagian besar isi dari foto-foto di kamera D-SLR tersebut bukan regu putri dari kampus saya, tetapi regu putri yang lainnya. Mas Rio, si ketua panitia hanya bisa geleng-geleng + ketawa liat kelakuan saya bersama 2 teman saya, si Ayus dan Willy yang berkelakuan sama seperti saya.

Bosan jeprat-jepret, akhirnya saya fokus dengan regu putri dari kampus saya sendiri yang tampaknya mulai kelelahan setelah menempuh perjalanan sepanjang 6 Km. Mulailah saya bersama teman-teman dan ketua panitia sibuk memberikan minuman kepada peserta regu putri sambil kejar-kejaran, karena memang tidak diperbolehkan untuk berhenti. Memasuki kilometer 9, mulailah peserta regu putri tumbang. Saya dan teman-teman yang lain kerepotan juga membonceng mereka satu persatu-satu untuk istirahat. Setelah dilihat-lihat sejenak, ternyata hanya 4 orang yang mengawal regu putri selama perjalanan. Saya pun mulai bertanya-tanya, “Pihak kampus kok gak ada yang ikut bantu mengawal yaw? Ini kan demi promosi kampus juga, tapi mereka malah gak ada dukungan sama sekali”. Jengkel juga sie sebenarnya, tapi mau bagaimana lagi, namanya juga sebuah pengabdiaan yang butuh pengorbanan.

Tak terasa, hari sudah mulai gelap dan jam sudah menunjukkan pukul 6. Akhirnya regu putri sampai juga di garis finish yang bertempat di lapangan Blambangan, Banyuwangi. Echhh,,,,pihak kampus baru nongol di lapangan Blambangan untuk menjemput regu putri untuk dibawa ke kampus lagi (Emang tadi kemana aja Pak???). Sampailah semua regu putri di kampus, dan saya bersama teman-teman panitia lainnya sudah bersiap-siap untuk memberikan jatah konsumsi kepada regu putri. Sehabis makan, mereka pun berpamitan untuk pulang. Saya bersama teman-teman panitia lainnya tak lupa mengucapkan terima kasih banyak atas keikutsertaan mereka di lomba gerak jalan tahun ini.

Makin malam, kampus makin tambah rame. Apalagi di depan kampus, ada panggung hiburan yang sudah disiapkan oh pihak kampus. Sambil menunggu regu putra mencapai garis finish dan melewati kampus, saya pun ikut duduk di tepi panggung menyaksikkan kekonyolan teman-teman “cuap-cuap” mempromosikan kampus tercinta :D . Lumayan terhibur juga dengan tingkah mereka yang aneh tapi asik. Tepat pukul 11 malam, regu putra akhirnya berhasil lewat di depan kampus, dan tinggal 1 Km lagi untuk mencapai garis finish di lapangan Blambangan. Pihak kampus kembali ke lapangan Blambangan untuk menjeput regu putra. Setelah membagikan konsumsi, saya bersama teman-teman panitia yang lainnya ( yang orangnya bisa dihitung dengan jari) melakukan bersih-bersih dan membawa kembali semua perlengkapan yang digunakan di atas panggung untuk dibawa kembali ke dalam kampus. Yang ikutan kerja cuma beberapa orang, yang sering korupsi duit acara gak ikutan bantu-bantu. Mungkin karena gak dapet “ceperan” lagi kali ini. Acara pun selesai jam 1 malam, dan kami semua bubar dengan rasa lelah yang bukan main, tapi tetap semangat dan senang karena acara ini telah berjalan dengan lancar.

11 comments

  1. febriy Reply

    mantep gan itu yang cuci mata…… jadi kepengen……… :sikut:
    jan mingin2i tenaaaan……. :sliweran:
    hhaha…… :ngakak:
    wah, ga bagus itu ada koruptor juga……. weleh…… :mlorok:

  2. TuSuda Reply

    Bgm kabarnya Bli…masih capek ya, 😕 Lomba yg seru apalagi ada hasil jepretan khususnya di grup putri. 😆

  3. wiwin9 Reply

    gerak jalan tradisional…aku pikir gerak jalan yang kostumnya menggunakan baju tradisional ato gerakannya yg tradisional :ngelamun: hehehehe

  4. aldy Reply

    Orang muda harus selalu semangat, apalagi dikampus banyak yang bening-bening :evillaugh:

  5. Evet Hestara Reply

    waaahh..jalan kaki kemana2? pasti enak tuh..jalan kaki sebenernya jauh lbh enak daripada naik motor dan angkot..udah banyak polisi, pengemudi2 di jalan kan pada egois semua 😀
    apa hubungannya dengan gerak jalan? hehe..maap ya kalo gak nyambung..
    mau tukeran link gak? balas komen di blog saya ya..
    .-= Evet Hestara´s last blog ..Dollar dari GeoString =-.

  6. Agung Pushandaka Reply

    Kenapa kegiatan ini disebut gerak jalan ya? Hehe..

    Tapi seumur hidup saya, blum pernah saya ikut lomba ini. Kalau baris berbaris sih sering. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *