Tepat Satu Tahun, Saya Dibohongi PERSEDEN

Menginjak bulan Juni, rasanya ada perasaan yang gak enak. Trauma masa lalu mulai menghantui saya lagi. Apalagi sekarang lagi musimnya Piala Dunia, semakin bertambahlah trauma yang saya alami. Setiap lihat pertandingan bola pasti ada rasa kecewa, marah, kesal yang berkecamuk di hati saya. Lantas apa hubungannya bulan Juni, Piala Dunia, dan pertandingan bola? Cerita sedikit nie tantang masa lalu yang saya alami setelah lulus STM.

Tepat 1 tahun yang lalu, Juni 2009 saya diajak bergabung menjadi panitia pelaksana (panpel) kompetisi PERSEDEN 2009 oleh seorang yang bisa dibilang masih ada hubungan saudara dengan saya, namanya Bli Gede Subrata atau biasa dipanggil Pak Gepeng. Awalnya saya diminta untuk membuatkan website PERSEDEN, karena pada saat itu PERSEDEN memang belum mempunyai website resmi. Saya langsung mengiyakan saja, sekalian cari pengalaman sambil menunggu perkuliahan dimulai. Bohong banget kalau saya bilang jika saya tidak tertarik dengan bayarannya :D, logikanya kan PERSEDEN tuh berskala kota, banyaklah kira-kira bayarannya :D. Akhirnya website PERSEDEN selesai saya buat dalam waktu 2 minggu, dengan data yang begitu lengkap. Dalam hati udah berpikir bakal dapat duit lumayan banyak. Tapi katanya Pak Gepeng, duitnya masih belum cair. Dengan sedikit kecewa saya cuma bisa manggut-manggut.

Selang beberapa hari, saya ditelpon kembali oleh Pak Gepeng dan disuruh untuk ke rumahnya. Dalam hati udah senang banget, kepikiran bakal dapat bayaran (:ngarep). Namun, bukannya bayaran yang saya dapatkan, tetapi malah tambahan tugas. Saya disuruh untuk mengisi konten websitenya, demi uang saya mau-mau saja šŸ™‚ (emang dasar mata duitan). Setelah rampung semua, langsung saya upload website PERSEDEN tersebut ke hostingan yang diberikan cuma-cuma oleh WEARNES yang beralamat di www.perseden-football.com. Tinggal setting sana-sini, akhirnya website PERSEDEN resmi berkibar tanggal 26 Juni 2009 tepat saat pembukaan kompetisi PERSEDEN tersebut. Sore harinya saya disuruh ke Lapangan Buyung, untuk membantu launching website PERSEDEN. Ternyata, launchingnya diresmikan oleh Wakil Walikota Denpasar, Pak Jayanegara. Saya disuruh untuk membantu beliau, dalam hal pengenalan website PERSEDEN. Dalam hati udah senang banget, bisa bertemu + berkenalan dengan pak Wakil Walikota :D. Launching website cuma berlangsung beberapa menit, sisanya diisi dengan pertandingan sepak bola. Tepat jam 6 sore, akhirnya semua acara berakhir dengan lumayan sukses.

Keesokan harinya, saya malah ditelpon kembali oleh Pak Gepeng. Kali ini malah disuruh jaga pertandingan di Lapangan Sidakarya. Saya agak heran juga, perjanjiannya saya kan hanya disuruh untuk mengurusi website PERSEDEN, bukan ikut sebagai panitia lapangan. Dengan berat hati, saya ikuti saja perintah Pak Gepeng karena memang bayaran website saya belum dibayarkan, kalau ditolak bisa rugi jerih payah saya selama 2 minggu :D. Disana saya diperkenalkan dengan anggota panitia yang lainnya, orangnya asik + gaul-gaul semua, jadinya gak bikin bosan deh. Kebetulan saya mendapat tugas menjaga pertandingan dengan Gunk Asmara Putra atau biasa dipanggil Gunk Galon, orangnya nyentrik, gokil, humoris pula, cocoklah dengan saya yang emang gokil juga :D.

Hari-hari saya selama 2 bulan hanya diisi dengan menjaga pertandingan bersama Gunk Galon, mulailah rasa bosan menghigapi kami berdua. Apalagi bayarannya tidak sesuai dengan pekerjaan yang saya kerjakan. Bisa dibilang sangat kecil, seminggu belum tentu dapat bayaran. Kalaupun ada, paling hanya 100 ribu per minggu. Jumlah yang tidak sesuai, tapi saya tetap bersyukur kok (sumpah). Selain itu, website PERSEDEN yang saya buat belum mendapat bayaran sama sekali. Jadi berpikir deh, “Kenapa yaw websiteku belum dibayar sama pihak PERSEDEN, padahal kan uangnya banyak banget tuh??? Apa jangan-jangan ada korupsi di dalam tubuh PERSEDEN???” Segera pikiran itu saya hilangkan, kan gak baik berpikiran yang belum tentu benar (sok alim šŸ˜€ ).

Setelah 2 bulan kurang, akhirnya kompetisi PERSEDEN 2009 berakhir juga dengan sukses. Tibalah saatnya untuk menerima sisa pembayaran dari hasil kerja keras selama 2 bulan :D. Saya bersama Pak Gepeng beserta anggota panpel yang lainnya mendatangi gedung Dinas Kebudayaan Kota Denpasar untuk membahas pelaporan hasil kegiatan dengan pengurus inti PERSEDEN. Saya hanya duduk manis disana, berharap dapat bayaran yang sepantasnya. Namun, apa yang terjadi tidak sesuai dengan harapan saya. Anggaran dana yang disediakan oleh pihak PERSEDEN hanya 100 juta, dan itupun tidak sesuai dengan RAB yang diajukan oleh Pak Gepeng dan panpel. Dana yang dihabiskan selama kompetisi mencapai 200 juta, dan itupun masih hutang sana-sini atas nama Pak Gepeng. Pak Gepeng dan panpel yang lainnya tidak terima dengan kenyataan tersebut (saya juga). Pak Gepeng meminta tambahan dana dari pusat, namun pihak pengurus inti PERSEDEN tidak menyetujui hal tersebut. Dan dengan entengnya para pihak pengurus inti berkata “Yaw anggap saja mengabdi kepada PERSEDEN, lain kali kan bisa dapat keuntungan“. Saya langsung geram dan tidak terima mendengar pernyataan para pengurus inti PERSEDEN tersebut. Mereka enak-enak duduk di rumah, tanpa melihat keadaan di lapangan selama kompetisi PERSEDEN berlangsung. Setelah perdebatan yang panjang, akhirnya Pak Gepeng mengalah dan mengikhlaskan hal tersebut. Tidak berlaku bagi saya dan teman-teman panpel lainnya yang merasa dirugikan dengan keadaan tersebut.

Usut punya usut, ternyata para pengurus inti memang melakukan korupsi terhadap dana kompetisi. Hmmmm…pantas saja mereka berkata seperti itu, ternyata mereka melakukan kecurangan yang sudah saya duga. Akhirnya kami pulang dengan wajah yang kecewa. Terus terang, saya saat itu merasa sangat jatuh dan tak tau harus melakukan apa. Putus asa, kecewa, marah, kesal, benci tercampur jadi satu. Hampir selama 1 hari saya bengong sendiri meratapi kenyataan tersebut, sudah seperti orang yang gagal ujian šŸ™ . Ibu saya akhirnya memberikan saya nasehat yang sangat mujarab, saya mampu menerima kenyataan tersebut dengan ikhlas dan lapang dada. “Mungkin itu bukan rejeki saya, Tuhan ingin menguji saya, apakah saya sanggup untuk menerima cobaan ini“. Hanya itu yang ada di benak saya saat itu. Namun, dari sana saya bisa mendapatkan teman, ilmu dan pengalaman yang tidak saya dapatkan selama di STM. Bekal yang bermanfaat untuk saya kedepannya nanti. Mungkin itulah yang membuat saya trauma melihat pertandingan sepak bola dan bulan Juni sampai sekarang.

Sekian curahan dari hati saya, terima kasih kepada teman-teman yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca curhatan saya diatas.

24 comments

  1. julianusginting Reply

    ya terkadang memang apapun ga seperti yg kita harapkan, dan diluar daripada itu kita tetep harus mengucap syukur…:hore::hore:
    .-= julianusgintingĀ“s last blog ..8 Cara Mudah Cari Pacar =-.
    ================================
    Gede Lumbung : Betul mas, tetap bersyukur atas apa yang telah kita dapat walaupun cuma sedikit….
    Terima kasih sudah berkunjung…
    Salam kenal mas….

  2. tukang tolong Reply

    hal jelek gag usah mah dirayain, dilupain aja biar gag jadi dendam.:tob:
    .-= tukang tolongĀ“s last blog ..Newbie Dalam Cinta =-.
    ==================================
    Gede Lumbung : Iyaw nie brow, pengennya sie ngelupain…
    Tapi susah banget….
    Ada cara mungkin untuk ngelupain hal pahit seperti diatas????

  3. superguh yg ikut jadi panpel perseden Reply

    hahay…iy ternyata sudah setahun berlalu de…emang tu pengurus perseden 2009 korup..kita dijebak….dibodohi…dibudaki..masa hare gene masi ada istilah ngayah (kerja sukarela) sama yg namanya perseden..pantes aja perseden gak pernah maju..bukan karena dana yg kurang tapi karena pengurus2nya kor*p…PAK WALIKOTA COBA DONK DITELUSURI,,KASIAN UANG PEMDA DI BUANG PERCUMA HANYA UNTUK PERSEDEN YANG KINERJANYA Ā NGEKNGOK GT….HAHAY
    ================================
    Gede Lumbung : Wuich, bli Teguh akhirnya angkat bicara juga masalah satu tahun yang lalu…
    Yaw begitulah bli, mau bagaimana lagi…
    Yang terpenting kita tidak ikut-ikutan, dan jangan sampai terjerumus ke hal seperti tahun lalu yang pernah kita alami bersama…

  4. Adhie//DesainQu Reply

    Korupsi di sepakbola Indonesia udah ngeri broo. Tapi setidaknya boleh berbangga lah, karena masih ada yang mas bisa lakukan untuk sepakbola di Indonesia. Yang penting kita ga usah ikut2an korupĀ :tob:
    ==================================
    Gede Lumbung : Iyaw mas, saya dengar-dengar korupsi sudah menjalar sampai ke bidang sepakbola, dan itupun bisa dibilang saya ikut jadi korbannya…
    Hehehe….
    Terima kasih kunjungannya Mas…
    Salam kenal

  5. Shanty Reply

    Sabar pak!!!
    Yang suka berbohong didoain aja pak biar udele bodong, punggungnya bolong..:evillaugh:
    Tapi bapak yang udah berbaik hati tak doain moga tambah sukses… :tob:
    .-= ShantyĀ“s last blog ..Hatimu adalah jalanmu =-.

  6. adin Reply

    Kalo korupsinya emang terbukti, yang kaya’ gini ga’ perlu didiemin apalagi dilupakan, harus dilaporkan, bukan soal nominal duitnya, tapi masa depan PERSEDEN dan sepakbola itu sendiri…
    =============================
    Gede Lumbung : Masih diusut sama pihak yang berwenang mas…
    Tinggal menunggu kepastiannya saja…

  7. Tentang Mengubah Hidup Reply

    Pasti memang luar biasa mangkelnya yach..
    Saya jadi teringat perkataan guru saya, ” untuk urusan rejeki Tuhan ga akan salah memberi, alias rejeki itu ga akan mungkin ke-tuker ” :sip:
    salam kenal
    ===========================
    Gede Lumbung : Benar-benar mangkel mas….
    Iyaw mas, kalau sudah rejeki pasti sampai di tangan kita…
    Salam kenal juga, terima kasih sudah berkunjung….

  8. TuSuda Reply

    Ambil hikmahnya saja ya Bli. Rejekinya pasti tidak kemana-kemana. Ada pengalaman menarik agar lebih berhati-hati mempercayai kepanitiaan yang tidak komitment.
    Sukses terus ya Bli dengan karya ngeblognya…
    .-= TuSudaĀ“s last blog ..SENSASI SENSUAL SELEBRITAS =-.
    ============================
    Gede Lumbung : Yaw bli…
    Saya sadar, mungkin itu belum rejeki saya…
    Mudah-mudahan ke depannya tidak kena tipu lagi šŸ˜€ …

  9. Puskel Reply

    Memang sangat tergantung panitianya ya Bli. Pengalaman saya pernah juga 2 kali jadi tim medis sepakbola, pertama agak tersendat, tetapi yang kedua cukup lancar dan transparan.
    Sukses terus Bli, tetap semangat…
    .-= PuskelĀ“s last blog ..Pembinaan Kader Posyandu Kelurahan Korumba =-.
    ===========================
    Gede Lumbung : Iyaw bli…
    Karena panitia yang mengkoordinir semuanya…
    Sukses juga buat disana…

  10. JUN Reply

    yg sabar ya kak dibalik semua cobaan pasti ada hikmahnya :matabelo:
    ==========================
    Gede Lumbung : Terima kasih yaw….

  11. Cihampelas Reply

    wah
    andil ada sangat besar yah
    salut
    dan memang
    resiko dari perjuangan keras
    ^-^
    tetep harus tetep tekad baja bang
    ^-6

    boleh dunk mampir
    ada foto baru di blogku
    ^-^
    dan aku butuh sekali masukannya
    ^-^
    .-= CihampelasĀ“s last blog ..Mengintip Lengkung Jingga – Cihampelas Walk =-.
    ============================
    Gede Lumbung : Yaw begitulah….
    Perjuangan yang tidak mendapatkan apa-apa, hanya bikin stress… šŸ˜€
    Tpi ada hikmahnya juga…
    Terima kasih sudah mampir…

  12. aldy Reply

    Pengalaman guru yang paling baik.
    :sip: sekedar menghibur diri Bli, saya juga pernah mengalami hal yang seperti ini, walau tidak sampai trauma.
    Harus ke psikiater tuh :ngakak:

  13. Deka Reply

    ya syukurin aja om, kan ada hikmah dibaliknya. btw saya pernah juga sich dapet pengalaman seperti itu, tapi ya karena watak sayanya agak keras jadi ngambil penyelesain cara belakang aja. hihihihi..
    =========================
    Gede Lumbung : Saya sudah pakai cara belakang, tapi gak berhasil…
    Yaw di`ikhlaskan sajalah… šŸ˜€

  14. Febriyanto Reply

    Malang sekali nasib anda dkk gan…. Sabar saja, semoga para koruptor itu mendapat balasany…. Anggap saja sdekah… šŸ˜€

  15. Artha Reply

    walah … gitu toh ceritanya pantesan … domainnya tidak di perpanjang lagi šŸ™‚ ya iklaskan aja niscaya akan ada ganti yang jauh-jauh lebih baik lagi
    .-= ArthaĀ“s last blog ..Standard Layanan =-.

  16. Kadek Tungu Reply

    Sekali berkunjung ketempatmu, bikin ketagihan De…
    Soal PERSEDEN, ane juga pernah “tidur” bareng dengan mahluk ini….tapi waktu itu ceritanya jadi pemain, sekitar tahun 1992-1995,…
    Saat itu, PERSEDEN sempat juara runner-up Nasional, piala Suratin namanya..suasana mungkin sudah berbeda, kerena di penghujung tahun ane disitu, suasa sudah tidak kondusif lagi…untuk beberapa kasus, sportifitas digadaikan oleh beberapa pengurus yang tidak bertanggung jawab :mikir:

    Memang terenyuh dan prihatin mendengar curhatmu sobat….semoga mendapat balasan yang setimpal dengan cara berbeda kawan…

    Tetap Semangat!!!

  17. yeyep sudrajat Reply

    Waduuh Bli getir jg kisah2 yang menyertai Bli ini…tapi bener kata Bli hidup harus terus berjalan, anggap itu smua sebagai batu ujian untuk lebih memperkuat kita..

  18. setan Reply

    Ga semua pengurus PERSEDEN… Ingat kalian harus bilang itu OKNUM.. Teguh kan mahasiswa hujum, asas praduga tak bersalah yg di ajarkan gimana… OKNUM bukan semua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *