Serang Para "Maniak" Downloader Dengan Tekanan Mental

Tak terasa perkuliahan di semester ganjil sudah mulai aktif lagi, padahal kemarin masih enak-enaknya menikmati liburan semesteran yang cukup panjang. Kondisi di kampus tambah rame, banyak mahasiswa baru yang bermuculan di kampus. Yang ceweknya cakep-cakep banget :D, bikin saya makin betah aja nangkring di kampus sambil internetan bersama teman-teman Kloso. Tapi kembali ke kondisi kampus yang semakin rame, dan sudah mulai aktifnya perkuliahan membuat saya tidak betah menikmati koneksi internet di kampus. Penyakit lama kambuh kembali, penyakit koneksi lemot. Gak seperti saat liburan, koneksi yang dijatah 2 Mbps saya lahap sendirian untuk download film ­čśÇ (bukan film begituan lho yaw) sekarang malah harus berbagi dengan mahasiswa-mahasiswa yang lainnya.

Kalo masalah itu sih saya bisa maklumi, tapi yang bikin saya jengkel adalah mahasiswa-mahasiswa yang download menggunakan IDM yang tentunya sangat “rakus” akan bandwidth. Kalau sudah memulai proses download, yang lainnya bisa tidak kebagian bandwidth alias lemot bahkan gak bisa browsing sama sekali. Saya pikir sih ini masalah gampang, tinggal pake NetCut yang di Window$ atau pake TuxCut yang di Linux dan scanning dengan software EtherApe (khusus Linux) selesai sudah. Dimulailah proses “pembantaian” koneksi para “maniak” downloader.

Tapi ternyata dugaan saya salah, spesifikasi chipset wireless laptop para “maniak” downloader yang lainnya lebih besar dari chipset wireless laptop milik saya. Alhasil saya tidak bisa melakukan prosesi “pembantaian” (niat jahat pasti gak direstui ­čÖü ), padahal saya sudah mendapatkan para pelaku downloader yang menghabisi jatah bandwidth di kampus. Tiba-tiba datang deh teman saya si Ayus, yang menyarankan untuk bikin malu tuh para “maniak” downloader. Ini tips yang mungkin berguna untuk menaklukkan para downloader yang “rakus” akan bandwidth.

Caranya cukup mudah, tinggal jalankan software EtherApe di Linux. Pilih Interface > Ethernet dan set Mode > wlan0. Nampaklah tampilan grafis seperti gambar berikut ini :

Akan nampak seperti lampu pemecah mendung yang sering dipakai di tempat konser :D. Siapa yang paling besar pancarannya, itulah yang sedang menggunakan jatah bandwidth paling banyak alias lagi download. Terlihat nama, ip address, dan mac address dari si downloader. Kalau nama atau mac address-nya di klik 2 kali, akan terlihat berapa besar bandwidth yang keluar dan yang masuk. Tinggal di Take Screenshot atau Print Preview aja deh, terus saya upload ke Facebook. Kebetulan si “maniak” downloader sudah menjadi teman saya di Facebook dan juga dia lagi online di Facebook.

Langsunglah dia menghentikan proses download dengan wajah yang cemberut dan sedikit rasa malu (yaw kalo punya rasa malu),. Gimana gak bikin malu, gambar di atas bakal dilihat oleh semua keluarga kampus tak terkecuali para dosen :D. Koneksi internet  pun kembali normal, dan akhirnya saya dan teman-teman yang lain bisa browsing lagi. Trik yang lumayan ampuh, tanpa harus adu mulut dan adu otot :D.

11 comments

  1. TuSuda Reply

    Kalau yang tidak memakai program linux, berarti tidak bisa mengaktikan cara ini ya Bli.. :puyeng:

    ========================================
    Gede Lumbung : Kalo yang di windows saya belum menemukan bli, mungkin nanti saya akan coba cari dulu… ­čśÇ

  2. budiarnaya Reply

    Pingin banget belajar linux, tapi karena kesibukan sampai sekarang hanya tinggal di pikiran aja…ah…hebat nich…tipsnya salut saya Bli
    .-= budiarnaya┬┤s last blog ..Rumahku =-.

  3. aldy Reply

    Hehehe…para downloader memang sering bikin jengkel. Ditempat kerja juga ada yang seperti ini, kalau ini terjadi saya sih gampang, tinggal cabut kabel RJ45 yang digunakan (dikantor saya tidak mau menggunakan jaringan wireless), bukan hanya downloadnya yang putus, tapi koneksi internetnya juga putus :evillaugh:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *