Narsis : Jalan-Jalan Gak Jelas Ke Pantai Blue Point + Dreamland

Baru kali ini ketika dapat liburan panjang dari kampus, saya bisa merasakan yang namanya jalan-jalan. Biasanya juga saya mengurung diri di dalam kamar, duduk di depan laptop + browsing gak jelas. Tepatnya tadi sore, saya diajak oleh seorang teman lama ketika SMP (sebut saja namanya Julinadi) untuk jalan-jalan ke pantai Blue Point. Kebetulan juga, sebenarnya sudah lama saya penasaran dengan keindahan tumpukan batu karang pantai Blue Point. Dari dulu cuma bengong (gak pake ngiler) dengar cerita teman-teman yang sudah pernah jalan-jalan kesana, entah itu berdua dengan pacar ataupun rame-rame. Jadilah saya berangkat ke pantai Blue Point jam setengah empat, setelah menunggu 30 menit kayak bebek ompong di depan sekolah swasta ternama di Denpasar. Jalanan pun terlihat lumayan sepi mengingat besok adalah hari raya Idul Fitri, otomatis banyak yang mudik. Pantai Blue Point ternyata terletak di daerah Uluwatu dan tidak usah ditanya lagi, perjalanannya lumayan jauh dari pusat kota. Kira-kira setelah 45 menit, akhirnya sampai juga di pantai Blue Point.

Eksotik dan ‘Melelahkan’, itulah kesan pertama saya ketika sampai di pantai ini. Eksotik karena untuk mencapai pantai ini, kita harus menuruni sebuah tangga kecil, hingga akhirnya ada sebuah gua karang yang sangat besar menanti kita di bawahnya. ‘Melelahkan’ karena anak tangganya yang lumayan banyak, otomatis saya yang jarang olahraga agak kewalahan menuruni satu persatu anak tangga tersebut. Ada satu pemandangan unik bin aneh yang saya jumpai ketika menuruni anak tangga, yaitu seorang bapak-bapak yang menyewakan papan surfing kepada tamu asing. Beliau memakai sebuah masker penutup mulut yang aneh jika dilihat dari kejauhan, dan setelah saya dekati ternyata masker yang dipakai adalah sebuah cup BRA/BH/KUTANG. Entah cup BRA itu hasil nyolong atau kepunyaan istrinya, yang jelas cukup membuat saya bersama si Julinadi cekikikan melihatnya. Mungkin si bapak penyewa papan surfing itu saking cinta+sayangnya dengan si pemilik BRA, makanya agar terbayang-bayang akan bau badan si pemilik BRA, beliau rela menanggalkan kemaluan rasa malunya demi menunjukkan rasa cintanya tersebut.

Setelah puas melihat aksi bapak penyewa papan surfing, akhirnya sampai juga saya di tepi pantai Blue Point. Kebetulan tadi sore airnya sedang surut, semakin menambah indah pemandangan pantai yang ramai dikunjungi oleh wisatawan luar dan domestik ini. Mulailah si Julinadi dan sepupu ceweknya menunjukkan naluri narsis-nya dengan berfoto-foto di seputar bebatuan karang. Buntut-buntunya, saya lah yang menjadi sasaran mereka berdua untuk dijadikan fotografer. Yaw hitung-hitung cuci mata, karena sepupu ceweknya Julinadi lumayan good looking. Ternyata gini rasanya jalan-jalan gak jelas bareng cewek-cewek, mintanya di-fotoin terus. Yaw mending disuruh foto, daripada minta dibeliin ini itu (#haha).

Setalah bosan foto-foto’an di pantai Blue Point, akhirnya saya diajak ke pantai Dreamland. Kebetulan saya juga belum pernah ke pantai yang katanya banyak dikunjugi oleh wisatawan itu. Ketika akan memasuki tempat parkir, kami dicegat oleh bapak tukang parkir yang tidak lain dan tidak bukan ingin menagih uang parkir sebesar 5 ribu perak kepada 1 sepeda motor yang akan parkir disana. Dan lagi-lagi saya dibayari oleh kedua cewek manis tersebut :D. Disinilah saya melihat perbedaan, antara cewek di daerah saya dengan cewek di daerah saya kuliah. Cewek di daerah saya gengsinya tinggi, otomatis yang begini biasanya gak pelit. Dan yang terpenting bisa Take and Give, inilah yang susah saya cari di pulau seberang, tempat saya kuliah. Yang mayoritas ceweknya minta dibayaraiiiinnnn, tanpa pernah Take and Give. Apa alasan dan contohnya…????. Mantan pacar saya yang kemarin, itulah salah satu contohnya. Ketika saya membahas masalah Take and Give, si dia-nya malah marah. Dan, hmmm… —sensor—.  Gak usah dibahas lagi achhh, bikin sakit hati aja. Pokoknya saya kagum dengan cewek-cewek di daerah saya, murah hati, bisa Take and Give dan gak perhitungan. Walaupun gengsi dan ego-nya agak tinggi.

Karena langit sudah mulai gelap, akhirnya kami tidak berlama-lama di pantai Dreamland. Walau hanya sebentar, yang jelas jalan-jalan kali ini cukup berkesan dan bisa menambah sedikit inspirasi tentang tempat-tempat maknyoooss seputaran Bali.

Salam Hangat,

Cheerrrsss….!!!!

3 comments

  1. TUKANG CoLoNG Reply

    sumpah gelok tu bule! akakakakak

    aku pernah liat foto satu spot di blue point, tapi ga tau sebelah mananya. aku cek kesana, ga nemu..penasaran..

    kalo ke dreamland, aku trauma dipalakin orang sana. ditagihin karcis masuk lah..blabla pret..
    padahal kampusku deket sana..

  2. eddy koplar Reply

    asli pntai ne ade suluban beach, cma ade resort ne madan blue point..cng ugane be maan kemu..kakakaka..

    cocok buat ank pantai nok..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *