Mana Hak Kami ??? Wireless kok Mati Terus???

Siapa sie yang gak marah kalo hak mereka tidak dipenuhi, padahal kewajiban mereka telah dipenuhi. Yupz, itulah yang sedang menjadi dilema di kampus kebanggaan gue. Coba bayangkan, wi-fi yang menjadi fasilitas kampus selalu dijadikan “MAINAN” oleh orang yang memang diberikan kewenangan oleh pihak kampus untuk mengelola wi-fi kampus. Yang paling dirugikan, ialah mahasiswa. Mahasiswa yang ingin mencari materi tugas, malah harus ke warnet untuk mendapatkan secuil koneksi untuk bisa browsing mencari tugas. Ironis memang, masak kampus berbasis TI koneksi wi-fi`nya mati terus.

Maaf aja nie bagi pihak kampus, yang merasa tersindir atau gimana gitu karena tulisan gue ini. Ini semua lantaran gue udah gak tahan sama semua masalah dan unek-unek ini. Gue pengen tau, apa sie alasan kampus mematikan koneksi wi-fi? Apa karena alasan belum semua mahasiswa yang bayar lunas uang semesteran? Ck…ck…ck… Terus mahasiswa yang udah bayar lunas mau dikemanakan. Mana hak mereka yang telah membayar lunas uang semeseteran? Gimana mau jadi kampus yang disegani orang, kalo kayak gini caranya memperlakukan mahasiswa.

Belum lagi pembagian bandwidth yang kurang adil menurut gue. Coba bayangkan, masak bandwidth untuk para dosen lebih besar dibanding mahasiswa. Sebenarnya mana yang lebih banyak, mahasiswa atau dosen? Setau gue, kebutuhan dosen cuma buat cari materi bahan kuliah, browsing referensi, paling banter yang buka Facebook. Gak termasuk dosen yang seneng download macem-macem (Contoh : bokep sampe beratus-ratus mega). Udah gitu, kalo ada mahasiswa yang memakai koneksi wi-fi dosen, ech,..malah di`cut oleh salah satu staff kampus. Gue sampe marah + jengkel liat kelakuan manusia yang kayak gitu. EMANGNYA YANG BAYAR KALIAN SIAPA????

Walaupun gue usul, juga bakal dikira ‘kumur-kumur’. Gak ada gunanya gue ngusul. Usul gue yang waktu ini tentang pembuatan web kampus aja belum terealisasikan. Gak ngurus dah gue, mau ngapain tuh pihak kampus. Giliran pembayaran nomor 1 ngototnya, nah giliran pemberian hak dan fasilitas gak tau di urutan berapa tuh prioritas.

Kalo ada pihak kampus yang sempet baca tulisan gue ini (Gak mungkin banget ada yang nyangkut kesini, punya blog aja kagak), semoga bisa jadi cerminan deh. Pikirin sekali lagi, coba hak kalian tidajk diberikan dengan selayaknya, contohnya gaji kalian tidak dibayarkan selayaknya, gimana perasaan kalian? Sekian dulu deh, semoga bisa jadi cerminan diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *