Curhat : Sekian Lama Menanti, Akhirnya Datang Juga

Setelah menanti hampir 9 bulan, akhirnya saya berkesempatan juga untuk mengambil kaos komunitas Koprol Bali (sekkops) yang dulu pernah saya pesan. Tepatnya tadi, sekitar jam 8 malam saya bertemu atau bahasa kerennnya kopdar dengan beberapa anggota komunitas yang bisa dihitung dengan jari di Renon Food Corner. Dimana sebelumnya saya memang sudah sempat menghubungi salah satu anggotanya, dan sempat juga ‘berkoar-koar’ di stream Koprol menanyakan perihal baju yang sudah saya pesan dan saya bayar itu. Ketika sampai di Renon Food Corner, saya dengan mudah menemukan kerumunan anggota komunitas sekkops. Mulai deh saya berkenalan dengan para anggotanya, yang rata-rata bisa dibilang gahooll itu. Kesan pertama, cukup ramah dan enak diajak ngobrol (tunggu sampai kesan-kesan berikutnya).

Tak lama setelah saya mengambil kursi, saya langsung disodorkan 2 kaos yang saya pesan. Dulu saya memesan itu untuk pacar saya yang di Jawa, tapi berhubung sekarang lagi jomblo, yaw saya pakai sendiri aja (hayoo, siapa yang mau jadi pacar saya, ntar tak kasik baju lho… :))). Mulailah saya bercakap-cakap disana dengan anggota komunitas sekkops. Kesan pertama ramah, dan kemudian muncul kesan kedua, yaitu semua sibuk dengan gadget-nya masing-masing. Ada yang ngulik-ngulik hape Android-nya, ada yg sibuk bales BBM, ada yang sibuk download lagu dari iTunes via iPod Touch-nya, ada juga yang ngamuk-ngamuk+gak terima dengan fasilitas koneksi wi-fi cap unlemoted yang disediakan disana. Otomatis saya jadi mati kutu, maunya sih sibuk smsan, tapi siapa juga yang diajak smsan, lha wong pacar aja gak punya. Akhirnya saya memutuskan permisi untuk memesan makanan, sembari menghilangkan rasa bosan gara-gara dikacangin. Menu-nya lumayan enak-enak juga, dan saya memesan jus mangga+roti bakar, dengan total harga 18 ribu perak (gilaaaaa,,,kalo di tempat kuliah, itu bisa dipake uang makan 1 hari). Mahal memang, tapi mau bagaimana lagi, udah terlajur pesan dan bodohnya saya malah tidak membaca harganya terlebih dahulu. Tak lama kemudian, pramusaji-nya pun mengantarkan pesanan saya tersebut.

Pas lagi enak-enaknya menikmati jus mangga+ roti bakar yang rasanya kurang begitu ‘wah’ itu, salah satu anggota yang tadinya lagi asik ngulik-ngulik hape BlackBerry-nya itu bertanya kepada saya,

anggota komunitas : “Memang asli dari Banyuwangi yaw…???”

saya : “Bukan mbak, saya asli dari Denpasar. Ini rumah saya di sebelah utara lapangan Renon.”;

anggota komunitas : “Kamu gak ada kerjaan yaw, kuliah jauh-jauh cuma sampai di Banyuwangi. Ngapain gak sekalian aja ke Malang.”;

saya : “Iyaw, disuruh sama ibu *dalam hati, aslinya udah dongkol+pengen nonjok denger tuh kalimat*”.

Itulah kesan ketiga yang saya dapatkan dari komunitas ini. Apa-apa selalu dilihat dari gengsinya terlebih dahulu dan kalau gak bergengsi, akan dipandang sebelah mata. Sebenarnya bukan di komunitas ini saja hal itu terjadi, tetapi memang di masyarakat luas hal itu sudah menjadi tolak ukur pertama untuk menilai seseorang. Bukannya saya membela kampus saya (yang terkadang memang sering bikin kecewa dan jengkel dengan pelayanannya), tetapi saya hanya tidak habis pikir dengan pola pikir masyarakat metropolitan jaman sekarang. Alangkah baiknya, jika masyarakat jaman sekarang mempunyai pola pikir yang lebih dewasa, dimana seseorang tidak hanya bisa dinilai secara mutlak dari mana dia berasal, tetapi apa yang sudah pernah dia hasilkan & seberapa besar manfaat yang dia berikan kepada orang lain. Karena ada pepatah lama yang mengatakan, “Sebaik-baiknya manusia, adalah ia yang bisa bermanfaat untuk orang lain“. Tidak lama setelah itu, datanglah seorang teman anggota komunitas yang kebetulan juga bergelut di dunia IT. Lumayanlah, ada yang diajak nyambung untuk bercakap-cakap.

Waktu pun sudah menunjukkan pukul 10.30, sudah saatnya Renon Food Corner untuk tutup. Ternyata anggota komunitas, terutama yang melontarkan pernyataan di atas belum juga puas nongkrong, dan hendak mencari tempat nongkrong lainnya. Saya yang sudah terlanjur ilfeell, memutuskan untuk pulang saja. Daripada muncul kesan-kesan yang buruk berikutnya. Dan yang terpenting, baju yang sudah saya pesan 9 bulan lalu, kini sudah berada di tangan saya. Lumayan dipakai untuk ngampus :D.

Salam Hangat,

Cheerrrsss….!!!!

3 comments

  1. Pingback: | » Opini : “Apa Sih Manfaat dan Untungnya Ng’Blog…????” | Ng`Blog Biar Gak GobloG – BlogNya Gede Lumbung |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *