Curhat : Orang Gila Di Warung Pak Giras

UAS terakhir hari ini ternyata diundurkan, lantaran banyak teman-teman di kampus dan termasuk saya yang belum selesai mengerjakan tugas mata kuliah OOP. Pak dosen pun memberikan keringanan dengan mengumpulkan tugas mata kuliah tersebut paling lambat jumat minggu depan. Sedikit lega juga mendengarnya, karena terus terang saja saya memang benar-benar kewalahan menghadapi berbagai tugas-tugas di semester ini. Belum lagi urusan yang lainnya, yang kian waktu kian bertambah. Pikiran jenuh pun kembali melanda pikiran ini, dan saya putuskan hari ini untuk balik ke Bali alias pulang kampung. Selain karena uang jajan bulan ini sudah habis 😀 + kangen sama keluarga. Karena cuaca di pagi hari yang kurang bersahabat, akhirnya saya putuskan untuk berangkat agak siang sedikit. Sambil menunggu siang, saya singgah ke kampus untuk cuci mata sebentar.

Hanya sedikit teman-teman yang saya lihat di kampus. Mungkin saja mereka masih tepar gara-gara begadang semalaman garap tugas OOP :p. Ketika akan keluar dari lingkungan kampus, terlihatlah teman-teman saya lagi kumpul di seberang jalan, tepatnya di warung Pak Giras. Akhirnya saya juga ikutan nangkring disana, sembari melepas dahaga nyeruput joshua khas warung Pak Giras. Kebetulan mas Danny (nama tidak disamarkan) membawa sebuah gitar, dan jadilah saya bersama rekan-rekan yang lain bersenandung ria disana bak pengamen jalanan.

Pas lagi enak-enaknya nyanyi, muncullah sesosok lelaki yang tak kami kenali berdiri di depan warung Pak Giras. Tampangnya lumayan sangar, berkat balutan tato di jidatnya. Tuh orang bengong sambil senyum-senyum + goyang-goyang liat mas Danny yang lagi maenin gitar. Awalnya saya kira tuh orang adalah maho, tapi lama-lama lebih mirip seperti orang gila. Saya yang awalnya ikutan nyanyi langsung diam, ikutan bengong liat tuh orang. Akhirnya Pak Giras pun berkata, kalau orang itu memang kurang waras dan senang kalau liat orang lagi main gitar. Karena takut, mas Danny akhirnya berhenti memainkan gitarnya. Dan Pak Giras berpura-pura menyapu untuk mengusir orang gila tersebut, akhirnya si orang gila pun pergi.

Akhir-akhir ini, memang banyak saya jumpai orang gila yang berseliweran di sekitar kota Banyuwangi. Ada yang sopan dengan masih menggunakan pakaian, bahkan ada juga yang bugil dengan pasang tampang tak tau malu + tak berdosa memamerkan alat kelaminnya. Dan lebih herannya lagi, belum ada wujud nyata dari pemda setempat untuk menanggulangi orang gila seperti diatas. Harusnya, pemda setempat harus peka terhadap hal-hal yang mungkin bagi mereka adalah hal kecil. Tapi jika dibiarkan, akan mengganggu kenyamanan publik dan wisatawan asing yang sudah mulai tertarik untuk mengunjungi kota Gandrung ini.

4 comments

  1. andhyodank Reply

    Itu mah udah biasa, mungkin radarnya mendeteksi ada jin gentong didekat situ trus mendekat. Biada lah getaran-getaran alam.

  2. ceplez Reply

    sebenernya yg lebih gila tuh yang nampang di foto trakhir tu yg lagi nyengir de… coba liatin lagi kalo gag percaya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *