Curhat + Narsis : Akhirnya Bisa Kesampean Juga Punya Gadget Apple, iPhone 4

Curhat + Narsis : Akhirnya Kesampean Juga Punya iPhone 4Kembali lagi saya di malam yang dingin ini masuk ke halaman dashboard blog. Melihat draft tutorial yang banyak dan tidak sempat saya lanjutkan gara-gara mood yang kurang sip. Dan tak terasa, sudah 2 minggu ini blog saya tidak mendapat tulisan baru. Nah, kali ini saya mau berbagi sedikit, bukan tentang tutorial, tapi tentang curhatan saya yang baru saja kemarin merasakan kembali mempunyai produk Apple :D. Setelah 2 bulan yang lalu saya merasakan bagaimana rasanya punya macbook, kini saya merasakan bagaimana rasanya menggunakan iPhone 4. Yupzzz, gadget apple yang walaupun sudah kelihatan jadul tapi harganya masih selangit untuk ukuran mahasiswa seperti saya.

iPhone 4 dengan kapasitas penyimpanan 8GB ini saya dapatkan juga dari forum jual beli kaskus dengan kondisi 2nd, tapi lumayan masih mulus, kira-kira 95% lah. iPhone 4 ini saya tebus seharga 3200K dan kembali membuat isi rekening saya berkuras. Tapi tak apalah, toh kita bekerja untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan dan butuhkan. Tujuan saya membeli iPhone 4 ini ialah ingin merasakan pengalaman dan sensasi menggunakan produk Apple yang ditanamkan sistem iOS di dalamnya. Hasilnya…??? Benar-benar memberikan pengalaman baru untuk saya yang katrok ini. Dari segi UI, platform iOS memang menawan dibandingkan Android. Yang sering membuat saya kesemsem ketika melihat tampilan iconnya yang sangat-sangat teratur dan menarik. Karena memang Apple menerapkan aturan khusus untuk icon-icon aplikasi yang dibuat oleh para developer iOS, yaitu tampilan icon persegi dengan sisi melengkung (rounded) di 4 ujungnya. Sungguh berbeda dengan icon-icon di Android yang tidak seragam. Yaw mungkin ini tidak berlaku bagi mereka-mereka yang memilih fungsionalitas dibandingkan dengan tampilan :p.

Dan memang benar, kalau Apple itu menerapkan aturan yang sangat ketat untuk ekosistem aplikasinya. Terbukti ketika saya ingin menyimpan lagu dan gambar-gambar dari laptop ke iPhone, ternyata harus menggunakan iTunes. Berbeda jauh dengan hape-hape biasanya yang tinggal copy-paste atau drag & drop. Belum lagi jika ingin meng-install aplikasi, harus melalui App Store atau iTunes. Meminimalisir penggunaan aplikasi berbayar menjadi gratis dan aplikasi berbahaya yang disusupi malware. Sebenarnya bisa dengan cara jailbreaking untuk mendapatkan aplikasi-aplikasi di luar App Store nangkring di iPhone kita. Dan saya belum sempat ke langkah tersebut :), masih nyaman-nyaman saja sampai sekarang.

Secara keseluruhan, produk Apple yang satu ini memang keren. Suaranya jernih, treble dan bass-nya sempurna. Kameranya juga lumayan sippp. Kebetulan juga saya penasaran ingin membuat aplikasi untuk platform iOS. Macbook udah ada, iPhone juga udah ada. Tinggal belajarnya aja, hehe. Tinggal menunggu apple developer ID-nya, agar aplikasinya bisa dicoba di device yang memakai sistem iOS. Itu lagi, salah satu perbedaan iOS dan Android. Kalau di Android, tinggal hubungkan hape ke laptop melalui kabel data dan debug ke hape. Kalaupun butuh API Key dari Google, itu bisa didapatkan gratis. Beda dengan iOS, biaya per-tahunnya kalau gak salah sekitar $99 untuk mendapatkan key-nya :D.

OK deh, sekian dulu postingan saya kali ini dengan tema curhat gadget baru :p. Dan nampaknya, orang-orang yang iri dengan saya akan tambah iri lagi, hehe. Yaw dibawa nyantai ajalah. Yang iri biarlah iri, yang terpenting kita tetap berkarya untuk hidup yang lebih baik.

Happy Blogging and Keep Coding

Cheerrrss….!!!!

13 comments

  1. yeyep sudrajat Reply

    Smakin salut saya ama Bli Gede ini…Bravo Bli! dan saya setuju banget dengan penggalan kalimat yang pamungkas : “….yang terpenting kita tetap berkarya untuk hidup yang lebih baik.”

  2. dan Reply

    di profilnya tertarik sama open source, tapi kok gadgetnya gk open source sih??

        • Gede Lumbung Post authorReply

          hehe, ane udah punya punya tablet bang, os nya android kok
          ane jg udah punya xperia S, os nya android jg
          ini saking pengen aja nyobain gadget apple, biar gak katrok-katrok amat 😀

          • syaiful bahri

            Maju terus mas :-), open source itu di “jiwa” bukan di gadget, ga ada hubungannya sama gadget, dan open source itu bukan cuma di OS, kayanya yg comment mesti baca-baca lagi soal definisi open source, Semangat terus buat mas gede 🙂

          • Joe

            Mau open source atau bukan, namanya berkarya…tak kenal lelah.
            Mungkin bisa jadi forum, topic “Hidup tuk berkarya vs Berkarya tuk hidup”

            Jawabannya, selagi masih hidup…terus berkarya.
            (koreksi…jika salah ucap) (*.+)
            salam,

  3. Joe Reply

    Ternyata mau copas kutipan, eh udah keduluan. Tak apa lah,
    …yang terpenting kita tetap berkarya untuk hidup yang lebih baik.

    (itu, kutipan asli dari pemilik blog nei)
    Sukses selalu Bli, bnyak do’a dari pembaca tuk terus berkarya. Amiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *